Minggu, 25 Januari 2015

PILAH PILIH SEKOLAH

Meski baru bulan Januari, sudah banyak kita saksikan media promosi sekolah yang dipasang ditempat-tempat strategis. Sekolah mengambil start awal untuk merebut minat orangtua dan calon siswa. Padahal jika merujuk aturan dinas pendidikan harusnya penerimaan siswa baru mulai dari promo di timeline start on April. By the way bahkan ada sekolah yang sudah over quota.

Berikut kami share beberapa hal sebagai panduan menjatuhkan pilihan sekolah untuk anak-anak kita;
  1. Jika sekolah sudah berumur diatas 10 tahun tanyakan tentang data output/lulusan diterima dimana saja atau jadi apa mereka?,
  2. Jika sekolah dibawah 10 tahun mintalah penjelasan terkait visi dan jaminan kelulusannya?,
  3. Tanyakan kurikulum sekolah; target kurikulum, isi kurikulum, dan gambaran pelaksanaan kurikulum/profile kegiatan sekolah sehari-hari,
  4. Tanyakan dan minta dokumen profile/manifesto visi sekolah bisa berupa buku/modul atau softfile,
  5. Tanyakan dan mintalah data terkait pelatihan guru atau pengembangan SDM sebagai indiktor kualitas pendidiknya,
  6. Untuk menilai kualitas infrastruktur amatilah kondisi di saat jam efektif dan istirahat serta kunjungilah WC dan kamar mandinya,
  7. Sempatkan berdialog dengan guru, siswa, orangtua siswa, dan warga sekitar sekolah untuk mengetahui budaya yang berlaku di sekolah. Perhatikan bagaimana ekspresi wajah mereka ketika bertemu di awal dan cermati senyumannya.

Sungguh, para orangtua, jangan sampai kita salah memilihkan sekolah untuk anak karena akan sangat menentukan pada perkembangan mereka kedepannya, sebagaimana Ibrahim a.s. menempatkan Ismail dan Hajar. Namun yang juga sangat penting harus dipahami semua orangtua yaitu membuat rumah menjadi tempat yang paling membuat nyaman dan diminati anak karena mereka akan melewati hari dengan kuantitas waktu lebih banyak di rumah.

Minggu, 11 Januari 2015

PENTINGNYA KOMITMEN GURU

Tak ayal lagi, peran guru sangatlah penting untuk maju mundurnya sebuah bangsa atau peradaban.

Sayangnya, kini banyak permasalahan yang melingkari guru sehingga bukannya banyak peran dibaktikan tapi kesejahteraan pribadi diburu.

Permasalahan tersebut diantaranya;

  1. Guru tidak menemukan alasan mengapa ia jadi guru,
  2. Guru sering terlambat masuk kerja dengan seribu satu alasan yang tidak jelas,
  3. Guru malas membuat RPP/Learning Plan. jikapun membuat kebanyakan copypaste dari rekan sejawatnya,
  4. Guru suka banget menghitung-hitung berapa takehomepay yang didapatkan sebagai imbal jasa atas apa yang mereka kerjakan,
  5. Guru keberatan jika mendapatkn tambahan tugas walaupun masih dalam lingkup tupoksinya,
  6. Guru tidak peduli kepada siswa diluar siswa sekelasnya,
  7. Guru tidak peduli akan kebersihan lingkungan sekolah karena sudah adanya cleaning service atau household
  8. Guru tidak peduli pada kesusahan atau kesulitan rekan sejawatnya,
  9. Guru malas belajar, tidak penah baca buku, jika ikut training tidak antusias,
  10. Guru menyepelekan perilaku negatif seperti bicara kotor/jorok/kasar, makan sambil berdiri, merasa bahwa itu urusan pribadinya yang tidak berpengaruh pada pembelajaran.


Jika di eksplor lebih dalam, bisa jadi halaman ini tidak muat menampung masalah guru hari ini.

Maka seharusnya bab komitmen diujikan paling awal dalam proses rekrutmen guru.

Kebanyakan sekolah hanya melakukan uji tertulis kompetensi, uji praktek. Ujian atau eksplor komitmen dilakukan terakhir dengan wawancara. Jika begitu maka akan sulit menemukan guru yang benar-benar komitmen. Karena bisa saja mereka tak lulus di uji kompetensi ataupun praktek. Padahal, dalam keseharian KOMITMEN jauh lebih penting daripada kompetensi.

Training KOMITMEN guru, SDIT-SMPIT Insan Teladan Bandung


Jika prosesnya sudah baik maka di awal action guru harus membuat vision statement sebagai ejawantah dari komitmen dirinya. Ini sekaligus sebagai materi upgrading paling awal untuk seorang guru baru.

Bagaimana dengan guru di sekolah anda? Apakah mereka sudah ber-komitmen tinggi?
Bagaimana kita akan dapatkan generasi yang kuat, peradaban yang lebih baik jika para gurunya masih berpenyakit dalam komitmen?

Mari belajar bersama untuk meningkatkan komitmen guru-guru Indonesia. Silahkan hubungi 08156589613 atau pin bb 28328069

Kamis, 04 Desember 2014

Parenting dengan LuQMan Methode

Luqmanul Hakim bukanlah seorang Nabi atau Rasul, apalagi Malaikat. Beliau manusia biasa seperti kita. Namun cara yang beliau gunakan untuk mendidik anaknya diabadikan oleh Alloh di Alqur'an.  Artinya menjadi pedoman pendidikan anak untuk semua orangtua dimasanya maupun masa kini dan yang akan datang. Kenapa?


Siapa sebenarnya sosok Luqmanul hakim, dan bagaimanakah cara yang digunakannya untuk mendidik putranya?

Berminat untuk mengkaji lebih lanjut, segera hubungi abah Joko di 08156589613.

Rabu, 29 Oktober 2014

INSPIRASI PEMBELAJARAN PAUD di FILM "DADDY DAYCARE"

Bagaimana mengelola PAUD agar efektif dan menyenangkan?
Bagaimana cara yang tepat untuk mengajarkan calistung pada AUD?
Bagaimana pendekatan pembelajaran AUD yang membuat anak 'fun' dan kreatif?
Bagaimana cara mengembangkan sekolah PAUD menjadi diminati dan referensi?

Bedah film "Daddy Daycare" di TKIT Ibnu Abbas PATI

Temukan jawabannya di bedah film "Daddy Daycare". Very inspiring movie for PAUD.
Segera hubungi Abah Joko di 08156589613.


Minggu, 23 Juni 2013

Kegiatan Akhir tahun yang Menginspirasi

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengisi seminar smart parenting di Auditorium Indosat Surabaya yang diadakan oleh Rumah Zakat.

Seminar dengan tema "membentuk generasi juara yang berkharakter" merupakan rangkaian kegiatan akhir tahun sekolah binaannya.


Kegiatan yang tak kalah meriah dan menarik dalam rangkaian acara tersebut adalah Juara Exhibition (JE). 114 siswa tampil secara bergantian dan apik dengan berbagai jenis tampilan; perkusi, samproh, tari, teater, peragaan busana, dan paduan suara. Baju yang dikenakan siswa di peragaan busana adalah buatan siswa bersama orangtua dan berbahan sampah (plastik dan kertas).


JE menunjukkan betapa menyenangkan proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah juara. Hal itu nampak dari keceriaan semua siswa yang tampil.


Puncak acaranya adalah wisuda 15 siswa kelas VI yang telah dinyatakan lulus 100% ujian nasional.
JE menjadi oase ditengah kekeringan kegiatan sekolah pada umumnya.