Kamis, 16 Juli 2009

Pengumuman! Masuk kelas 1 SD wajib bisa baca

Tanpa sengaja, kemarin saya mendengar salah satu orang tua siswa (sekarang disebut peserta didik) kelas 1 berujar kepada anaknya yang sebelumnya dia lihat dengan mata kepalanya sendiri terpaksa harus dipulangkan terakhir oleh gurunya karena belum bisa membaca dengan lancar.
begini katanya..."makanya, adek nanti malam belajar membaca sama mama ya biar besok pulangnya nggak paling akhir"...
Tidak tahu kenapa tiba-tiba hatiku terasa sakit. Pikirankupun melayang mengingat suatu kali aku pernah ikut seminar pendidikan yang diisi oleh seorang profesor dalam pendidikan yang kebetulan mempunyai pengalaman melakukan lawatan ke negara-negara maju untuk studi banding tentang pendidikan. Beliau mengatakan bahwa di negara maju seperti Amerika, Inggris, Belgia, Australia anak sekolah dikenalkan dengan huruf dan angka yang abstrak baru ketika mereka duduk di kelas 3 SD. Sebelumnya mereka hanya bermain-main saja selama proses pembelajaran.
Anehnya di negeri kita ini sekarang seakan-akan sudah menjadi semacam konsensus antar pengelola sekolah dasar bahwa masuk kelas 1 SD harus sudah bisa membaca dan menulis. Sehingga di bangku TK anak-anak sudah dikenalkan dengan huruf dan angka yang abstrak untuk mengejar prasyarat tadi.
Demikian pula terjadi di keluarga saya sendiri. Uminya (baca:Ibu) anak-anak sempat dibuat stress anak pertama kami yang tahun ini masuk kelas 1 SD karena belum bisa membaca. Rupanya dia (istri saya)pun termakan dampak konsensus tadi. Walaupun sering saya menasehatinya namun dia masih sering pula sedikit memaksa anak saya untuk belajar membaca.
Nah kalo sudah begini siapa yang mau disalahkan?...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar